adiksi

Seperti ini memang yang saya bayangkan sedari dulu.

Untuk yang pernah pakai, sedang pakai, akan pakai, atau hanya berimajinasi untuk memakai. Untuk mereka yang pernah, sedang, akan berhubungan dengan pemakai. Untuk kita semua, baik itu pemakai atau tidak.

Semua kembali ke keterhubungan. Terhadap perasaan, terhadap masyarakat. Seberapa nyaman dan terhubungnya kamu dengan diri kamu, dengan lingkunganmu, dengan duniamu, dengan kegiatanmu, dengan keseharianmu.

Seberapa besar usahamu membuat rumahmu nyaman, keluargamu nyaman, lingkunganmu nyaman, saling terhubung satu sama lain. Seberapa nyamannya tempat rehab, seberapa nyamannya penjara yang menampung para adiksi, seberapa nyamannya penerimaan masyarakat terhadap para adiksi, terhadap para mantan adiksi.

Percuma, buangbuang uang dan tenaga saja sibuksibuk mengejar, menangkap pengedar dan pemakai narkoba, membuat hukum yang semakin menakutkan, membuat efek jera, kalau kita sebagai individu dan masyarakat secara sadar atau tidak semakin masuk ke ritme isolasi sosial, semakin menutup ruangruang untuk saling terhubung satu sama lain sebagai manusia.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: