di kapal

Saya ga setiap minggu atau bulan sih berlayar dengan kapal. Level saya di kapal masih level abal-abal. Tapi, saya model orang yang sekalinya masuk ke dalam suatu situasi, akan bener-bener mencebur. Dan jarang memikirkan risikonya… That’s too bad yaaa…. Setelah satu atau dua kali lebih berlayar dengan kapal berjarak panjang, dengan durasi rata-rata lebih dari sehari, jelas saya harus melakukan sesuatu, bukan, untuk mengisi waktu di dalam kapal. Tidak mungkin saya diam saja bermeditasi selama berjam-jam. Mengomel dengan lambatnya perjalanan. Atau mengutuki sialnya nasibku terpaksa harus memilih kapal dibanding pesawat.

Dari sinilah saya mulai membuat daftar apa saja kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu di dalam kapal. Karena pada dasarnya setiap orang adalah unik dan berbeda satu sama lain, kalian juga harus menambahkan kegiatan-kegiatan dalam daftar di bawah ini dengan kesukaan kalian sendiri ya. Jangan ditiru dan diterapkan begitu saja. Percayalah, dengan begitu kalian hanya akan menjadi sebatas robot. Uppsss… maap…

Kalo mau dijabarin, banyak kegiatan yang bisa dilakukan saat berada di dalam kapal, terutama pelayaran jarak jauh, dengan lama waktu lebih dari sehari. Kegiatan-kegiatan ini bisa dilakukan karena emang suka, bisa juga sekedar untuk membunuh waktu, atau karena pengen bereksperimen. Whatever-lah, hanya idiom doang. Ga usah terlalu serius. Lepas dari apakah kamar mandi bersih atau tidak, ada penumpang yang merokok atau tidak di dalam dek, volume lagu atau film yang disetel super keras atau tidak dari teman se-dek, lagu-lagu yang diputar berbeda sepenuhnya atau klop dengan selera musikmu, dan bejubel perbedaan lainnya yang mau ga mau harus kamu hadapi dan terima dengan lapang dada, dibanding terjun ke laut, berikut kegiatan-kegiatan tersebut.

  • Membaca

Bisa membaca apa aja. Buku favorit, majalah, novel, biografi, kumpulan cerpen, atau lembaran koran yang dijadikan alas tidur di lantai atau yang masih belum ternodai di dalam tong sampah. Ingat, kalo memungut koran di lantai, pastikan benar-benar kalo koran itu tidak ada pemiliknya. Jangan sampai gara-gara koran selembar membuatmu dimusuhi tetangga ya. Tapi, kegiatan ini agak terbatas juga sih, karena ga mungkin kita bawa lemari buku pas lagi di jalan. Nah solusinya, bisa juga dengan mendata siapa aja penumpang yang membawa buku atau terlihat membaca sesuatu. Setelah ia kelihatan sudah selesai membaca, pinjem bukunya dengan menawarkan bukumu. Barter is an effective old way of profit sharing. ‘Kan penumpangnya banyak’, ya makanya buat list.

baca3
membaca
  • Menulis

Tulis rute perjalanan, cerita perjalanan yang sudah kamu lewati, cerita romantis, cinta tak berbalas, romansa dadakan di jalan, tatapan yang, menurutmu, penuh arti dari seorang asing yang berpapasan denganmu, kekonyolan, kegilaan, kesakitan, kegembiraan, yang udah pernah kamu lewati, dan membuatmu menjadi seperti sekarang. Bekas luka yang tidak pernah akan hilang, meski perihnya sudah tidak ada, kebahagiaan yang pernah mengendap… anything.. just write.

Ini kesempatan bagusmu untuk melamun, mengkhayal, menuangkan pikiran-pikiran gilamu dalam tulisan. Karena, dalam titik jenuh, dalam kesendirian, dalam perih, sering kali titik kegilaanmu bisa melonjak ke level tertinggi dan stabil menetap di level tersebut. Nah, pada saat inilah kamu akan menghasilkan tulisan-tulisan yang ciamik, memukau para pembacamu.

nulis
menulis
  • Berpikir

Kilas balik perjalanan hidup, menganalisa kisah-kisah konyol yang sudah kamu lewati, atau, menentukan akan melakukan kegiatan apa lagi di dalam kapal. Merenungi kenapa kamu bisa berada di dalam kapal, menentukan apakah kamu harus melanjutkan perjalanan ini, atau pulang di dermaga selanjutnya. Mencari tahu sudah benarkah ini jalan hidup yang kamu mau. Merenungi apa masalahmu sampai saat ini belum ada pasangan yang nyantol ama kamu… kwkwkwkkw …. Maap, agak berat ya. Namanya juga berpikir. Kadang, kita memang harus berpikir keras untuk melatih pikiran, meski yang kamu pikirkan itu adalah sesuatu yang mengada-ada.

mikir2
berpikir
  • Jalan-jalan

Mengelilingi kapal dari lantai bawah sampai lantai atas, dari ujung ke ujung, berulang-ulang, sambil diselingi kegiatan lain lho. Supaya jangan dikira petugas kebersihan. Ini berguna untuk menghapal rute-rute ke kamar mandi, tempat-tempat hening siapa tahu untuk berkontemplasi. cieee… berkontemplasi. Sudut-sudut menarik untuk yang bisa menjadi tempat favorit.

jalan
jalan-jalan
  • Tidur

Kalo ga lagi traveling, saya bekerja membanting tulang, sebagian besar di atas 8 jam sehari. Belum lagi ditambah insomnia yang kadang masih datang berkunjung, meski tidak sesering saat saya masih menjadi perokok (note. sekarang saya sudah kembali merokok). Sudah jelas, waktu tidur yang begitu banyak di kapal menjadi kemewahan tersendiri bagi saya. Kapan lagi saya bisa bolak-balik badan, ga ngelakuin apa-apa, tidur di jam 11 siang? Tidur tanpa terikat dengan jam-jam rutinitas. Kesempatan mewah ini hanya bisa saya temui pas di dalam kapal.

tidur4
tidur
  • Denger musik

Biasanya, di rumah ato di kantor, dengerin musik hanya sebatas dengerin musik aja. Melakukan sesuatu sambil denger musik. Mendengarkan musik sendiri tidak menjadi kegiatan utama. Sekarang, ini kesempatan yang bagus dan sangat tepat untuk masuk ke dalam lirik, melodi, bersatu dengan si penyanyi dalam mengolah lagu. Uuhh.. udah berasa jadi musisi aja. Iya sih, saya pengen banget bisa jadi musisi. Kayaknya keren gitu aja, on the stage, bergaya dengan gaya apapun semau saya, diterangi lampu berpendar-pendar. Hanya karena saya orang yang berpijak pada bumi, keinginan itu tidak saya lanjutkan. Mmmm… kalo nyanyi, nada yang saya lantunkan suka mengalir kemana-mana.

music
musik
  • Mengisi TTS

Ga usah ketawa. Dulu, saya sering ngisi TTS di koran Kompas minggu pagi, kadang juga membeli buku TTS tipis di terminal atau dalam bis. Beberapa kali pernah juga membeli Eni Arrow sih, dengan deg-degan, berharap tidak ada penumpang lain yang melihat. Meski sekarang tidak pernah lagi mengisi TTS, kegiatan ini bisa juga dilakukan kembali saat berada di dalam kapal. Kata orang, mengisi TTS itu mengasah otak. Bagus kan, turun dari kapal, kita menjadi semakin cerdas. Kalo ga punya buku TTS, buat aja TTS sendiri, seperti gambar di bawah.

IMG_1165
mengisi TTS
  • Berprakarya

Kalo untuk ini, tergantung kreativitas dan imaji masing-masing ya. Banyak kok yang bisa dikutak-kutik di dalam kapal. Misal, membuat kompor dari kaleng bekas, mengukir kayu yang siapa tahu kamu bawa di dalam kerirmu. Dulu, saya pernah sejalan dengan seorang pejalan yang selalu membawa kepingan-kepingan kayu di dalam kerirnya. Kepingan-kepingan itu ia ambil saat sedang kemping di hutan atau naek gunung. Kayu yang ia ambil adalah kayu yang sudah jatuh di tanah, bukan dengan menebang pohon. Maap, kami pecinta alam dalam arti sebenarnya :). Nah, saat di dalam bis, atau saat sedang tidak melakukan apa-apa, ia otomatis mengeluarkan satu keping kayu dan pisau lipatnya, lalu mengukir kayu itu menjadi topeng-topeng kecil untuk dijadikan gantungan kunci atau kalung. Nantinya, ia akan menjual kerajinan tangannya itu ke orang-orang yang ia temui. Dengan begitu, menambah pemasukannya saat berjalan.

prakrya5
berprakarya
  • Mengamati ombak

Sewaktu kecil, saya pernah membaca, buih-buih ombak adalah para putri duyung yang sedang mengintip dunia atas. Entah benar entah tidak, saya tidak pernah memikirkannya, hanya menerima bulat-bulat saja. Tetapi, akhirnya saya emang jadi suka banget mengamati ombak. Ada sesuatu yang entah apa saya ga bisa jabarin, dari proses air yang menjadi buih, lalu hilang, lalu terkadang muncul pelangi kecil di sekitarnya. magis…

ombak2
mengamati ombak

 

  • Mengamati awan

Saya tau proses terjadinya awan. Tetapi, saya lebih suka menganggap awan itu udah ada dengan gitu aja di langit sana. Tau sendirilah, bentuk awan bermacam-macam, silakan berimajinasi menentukan awan tertentu berbentuk seperti apa, lalu menandakan apa. Siapa tau dengan memperhatikan awan, bakat terpendammu menjadi peramal bisa muncul.

awan
mengamati awan
  • Berbicara dengan alam

Ini saya tulis karena kelihatannya keren aja, ‘berbicara dengan alam’. Coba ulangi kalimat itu dalam hati. See…. you got the point?

pemandangan
berbicara dengan alam
  • Ngobrol dengan sesama penumpang

Jelas manfaatnya akan banyak sekali … bisa diliat dari daftar sebelumnya. Ditambah lagi, selaen ngobrol, rentetannya bisa menjadi panjang. Bisa mendapat informasi baru. Gosip terkini. Kamu bisa dapat tambahan lauk, sebagian penumpang membawa lauk tambahan, untuk menyemarakkan lauk jatah dari kapal. Kamu mendapat tawaran tumpangan gratis setelah tiba di kota tujuan, ini untung-untungan aja, jangan pernah mengharapkan ya. Berelasilah dengan tulus. Kamu bisa makin bijaksana, karena cerita setiap orang adalah guru bagi kita. Seneng kan, turun dari kapal menjadi makin bijak.

ngobrol2
ngobrol dengan penumpang
  • Ngecek isi Hp

Selama ini, isi hp pasti ada aja yang berantakan. Ya foto, note, contact list, aplikasi…. Ini dah saatnya untuk merapikan semua folder, atau mengedit foto-foto di Hp untuk diposting saat ketemu jaringan internet.

IMG_1166
ngecek isi Hp
  • Kembali ke kegiatan pertama atau tambahkan dengan kegiatanmu, lalu kembali ke kegiatan pertama

Nah…bayangkan, jika daftar kegiatan ini kamu terapkan, ditambah juga dengan daftar kegiatanmu sendiri, setelah tiba di dermaga tujuan, turun dari kapal, kamu akan menjadi orang yang:
1. supel
2. puitis
3. gila
4. bijak
5. cerdas
6. kreatif
7. imaginatif
8. bijaksana

IMG_2399 copy

(Visited 46 times, 1 visits today)

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: