dogma kentut

Ia berceloteh tentang pengorbanan, idealisme, pengabdian, loyalitas, dan meski mulutnya tidak sampai berbusa (sebenarnya saya tidak pernah melihat orang yang berceloteh sampai mulutnya berbusa, kalau anjing kelelahan berlari lalu mulutnya berbusa, sudah sering) saya yakin kalau ia begitu menggebu dan meyakini kata-kata itu.

Aduh…maap, kita tidak berada dalam sudut pandang yang sama. Saya tidak, dan tidak pernah, berjalan dengan, menjalani, dan meyakini katakata yang kau pandang sakral itu. Saya ulangi lagi ya, saya tidak percaya dengan pengorbanan, memandang ragu idealisme, menghormati pengabdian tetapi tidak menjalani, tidak memiliki loyalitas dalam keseharian.

Yang saya percaya hanya 2,  kenyamanan dan keyakinan. Dan itu sangat sangat subjektif.

Makanlah apa yang kau yakini, selama kau percaya. Dan aku menyantap santapan dengan seleraku.

Lebih baik bukan

(Visited 17 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: