kolam sampah

Berenang di kolam sampah

Saya punya cerita. Tidak menarik, membosankan, terlalu biasa sehingga tidak sadar bahwa ini bukan idiom. Karena kau punya banyak uang untuk mengisi kolammu dengan air, lupalah kau…atau tak peduli?….atau buta?….ada kolam berisi sampah.

Kolam sampah tidak menggunakan filter air, ataupun kaporit. Sekedar tahan dengan bau busuk, tak masalah dengan berbagai penyakit, tinggal menyeburlah kau ke kolam sampah. Sungguh, tak banyak syarat yang dibutuhkan. Selain syarat itu tadi, ditambah tidak boleh punya banyak uang, tidak boleh punya tanah pribadi, tidak boleh punya pekerjaan selain yang disebut sebagai pemulung, pengepul, atau pe pe lain yang terkait erat dengan lahan sampah, punyalah kau kolam sampah. Oya, saya lupa, sebenarnya tidak perlu harus terkait dengan lahan sampah, yang penting adalah mencintai sampah….hahahahaha…….

Tadi saya bertemu mereka…lagi…yang berenang di kolam sampah…sesungguhnya sudah berharihari ini kerap saya copotkan pakaian dan mengganti dengan kostum yang sesuai dengan berenang di kolam sampah. Sampai akhirnya benteng yang saya buat agar berhati batu luluhlah sudah. Dan akhirnya bertanya, kenapa mereka berenang di kolam sampah? Sederhana saja. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak punya kesempatan. Mereka tidak punya keahlian. Mereka tidak punya akses ke bank. Mereka tidak punya warisan. Mereka tidak punya bla bla bla…..

Sampai pada jawaban itu, saya pun melayang….kembali ke masa itu saat hidup dan pertanyaanpertanyaan serupa adalah satu jiwa…

Masa yang sama, dengan tokohtokoh berbeda…..

Seperti reinkarnasi dengan karma yang tidak pernah selesai

Seperti dejavu yang tidak pernah lelah

Tetapi saya lelah

Karena bau itu terlalu menyengat…tidak mampu membuat hati tumpul

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!