Cinta yang tak pernah lelah bersemi di Lombok

Lombok. Pulau ini memiliki magnet yang selalu membuat saya kembali, tak peduli berapa banyak sakit yang pernah saya alami di sini. Sakit? Uh uh uy….ada apa tuh 🙂 🙂

Kalo diibaratin cowok, bisa dikata saya jatuh cinta dengan Lombok. Ah..udahlah..

Lombok punya paket lengkap yang bisa buat para traveller, backpacker, turis, pelancong, wisatawan, dan segala julukan lainnya sibuk kesana-sini dan terlena termehek-mehek dengan apa yang dimiliki pulau tetangga Bali, yang riuh, ini.

Sampe sekarang pun, setelah bertahun-tahun tinggal di Lombok semasa kecil dan remaja, dan bertahun-tahun ninggalin Lombok, lalu bolak-balik ke Lombok saat ini, masih aja belum semua tempat-tempat cantik di pulau ini yang bisa saya datangi. Jadi ya yang saya ceritain di sini cuma yang pernah saya datangi aja ya. Lebih tepatnya, yang ada fotonya.

      

Suka pantai, pasir lembut, riak kecil ombak, tiduran di pasir sembari berendam air laut, dengan tangan kiri megang segelas kopi kental dan rokok di tangan kanan? Atau indehoy ama pasangan, jalan-jalan di pantai diterangi bulan purnama? Tempat semacam ini banyak sekali bertebaran di Lombok. Yang pasti Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno. Gambar di foto atas diambil di pantai Tanjung An, Lombok Tengah, sekitar 2 jam dari kota Mataram. Tak jauh dari pantai Kuta Lombok.

Pengen surfing, ngejajal ombak Lombok? Ada Sekotong, dengan Bangko-bangko yang sudah terkenal sampe antartika sana. Eh…beneran?

Belajar diving? Atau eksplor dunia bawah laut yang imut-imut itu? Dateng aja ke 3 gili di atas. Mmm..saya sih belon pernah diving, cuma liat foto ama denger cerita orang aja. Untuk masalah ini, 2 hal ga pernah akur, waktu dan dana.

Itu baru pantai dan laut ya.

Seneng ama yang berbau budaya? Lombok punya cukup banyak kampung adat, yang masih terjaga kelestariannya, belon lagi kepercayaan wetu telu di Lombok Utara. Ada desa adat Sade di Lombok Tengah, desa adat Segenter dan Bayan di Lombok Utara, salah beberapa. Berbagai acara adat, dari pernikahan, perayaan…apa lagi ya…ah…ada acara Nyale juga di pantai Kuta Lombok, setiap awal tahun.

Gimana untuk anak-anak? Ada waterpark Kura-kura, Green Garden Waterpark, dan sepertinya ada satu lagi waterpark baru. Memang skalanya kecil, tapi lumayanlah…bisa untuk anak-anak cebur-cebur. Harga? Browsing sendiri ya.

Pernah denger pelecing, beberuk, ayam taliwang, kerupuk kerbau? Nah…di Lombok tuh pusatnya. Siap-siap aja terengah-engah kepedesan. Eh…bisa kok minta jangan terlalu pedes, kalo ga kuat pedes. Tapi, bukankah bibir yang terengah-engah merah membara itu seksi?

Nasi campur puyung, pepes tai lale, sate siput, sate ikan tanjung, sate bulayak…masih banyak lagi.. dan semua itu makanan favorit saya. Kalo alkohol boleh dimasukin ke kuliner, Lombok punya tuak Lombok, brem Lombok yang bolehlah dicoba seteguk dua teguk, dengan rasa yang berbeda dari tuak Bali ato tuak Medan. Enaknya sih diminum rame-rame, sambil ditemani sedak, sebutan untuk makanan yang digunakan untuk peneman alkohol.

Ya…wajar aja toh saya jatuh cinta dengan pulau yang diapit oleh Sumbawa dan Bali ini. Semua ada di sini.

Dan…satu lagi, apalagi kalau bukan si Swiss Indonesia, gunung Rinjani dengan danau Segara Anaknya.. tidak perlu banyak kata untuk si putri satu ini. Lebih baik kalian langsung packing, ke Lombok, dan sambangi sendiri.


Untuk ngeliat berbagai gambar saat di Lombok, klik di sini ya

(Visited 58 times, 1 visits today)

One Reply to “Cinta yang tak pernah lelah bersemi di Lombok”

  1. My Bahasa is pretty bad but I like your post. Do you do them in English also?

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: