Maritaeng

Perjalanan ke Maritaeng seru banget. Berawal dari salah pemahaman dengan kata ‘travel‘. Di pasar Inpres, seberang penginapan Pelangi tempat kami menginap, saya ngotot bilang ga mau naek travel, mau naek angkutan umum, setelah ditawarin berkali-kali. Pikir saya, travel itu pasti travel pada umumnya, yang biayanya lebih mahal dibanding angkutan umum. Ternyata, angkutan umum ke Maritaeng ya yang disebut travel itu hehehe…makanya, jangan ngototan, … abis kan saya harus berjaga-jaga dengan keuangan yang super mepet ini – ngeles mode on. Setelah nunggu hampir 2 jam di pasar, akhirnya travel (angkutan umum berbentuk pickup) keluar dari pasar, dan setelah beberapa kali muter-muter kota ambil titipan barang, ambil penumpang, balik lagi ke terminal, ambil titipan barang lagi, ambil penumpang lagi, akhirnya keluar juga dari Kalabahi.

Katanya, kalo naek kendaraan sendiri, hanya sekitar 3 jam dari Kalabahi sampai Maritaeng, sedangkan kalo ama travel, ya sekitar 5 jamlah. Pake acara anter penumpang sampe depan rumah, nongkrong di rumah penduduk (sopirnya), dan kita nungguin. Jalannya seru, naek turun, ngelewatin kaki gunung Koya-koya, kadang ada yang aspal hancur. Kata kakak sopir, baru-baru ini daerah itu longsor, jadi jalur Kalabahi-Maritaeng sempat terputus beberapa saat. Seru deh.
Tiba di rumah Pak Kades udah masuk sore hari.

Nah…sekarang pertanyaan penting. Kenapa saya ke Maritaeng? Karena Maritaeng ini kampung terujung Alor, langsung berhadapan dengan Timor Leste. Menurut cerita, sewaktu Timor Leste masih menjadi bagian dari Indonesia, nelayan Maritaeng hanya butuh waktu sekitar 2 jam untuk naek perahu dari Maritaeng ke Timor Leste. Sekarang, kapal penumpang dari Alor tujuan Timor Leste terkadang juga mampir ke dermaga Maritaeng sebelum ke Atapupu. Di malam hari, lampu-lampu Timor Leste terlihat jelas dari pesisir pantai Maritaeng. Seneng aja ngerasain sensasi berada di salah satu daerah terujung Indonesia :). Simpel toh. Serius, cuma itu alasan saya ke Maritaeng ini.

Karena masih sore, ditemani dengan putri Pak Kades, kami naek motor ke Patung Sudirman yang berada di pinggir pantai Maritaeng, di komplek TNI AL. Keren. Ada Pak Sudirman di sini.
Sempet juga maen ke pasar, kebetulan pas hari pasaran. Belanja untuk bahan masak bersama. Oya, dapat suguhan daging rusa, kebetulan Pak Kades baru abis berburu rusa. Mmm enak…

Untuk melihat gambar-gambar Maritaeng, silakan masuk ke halaman ini

(Visited 94 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: