masih untuk kamu

Masih untuk kamu

Aku menjadi begitu sopan berada di dekatmu

Bahak pun selalu terlontar dari mereka yang berada dalam jiwaku

Aku menjadi begitu berhatihati di dekatmu

Ludah pun tercurah dari ia yang pasangan jiwaku

Aku menjadi begitu naïf di dekatmu

Sinis kekeh pun terlihat dari ia yang bagianku

Aku pun menjadi tanah di sampingmu

Apa pun kau minta, hanya anggukan yang terlihat

Lalu, hanya senyum tak bermakna

Yang dapat kuberikan untuk kamu

Karena, memang tidak bermakna

……bagimu

(Visited 8 times, 1 visits today)
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: