pada hati yang menangis

Pada hati yang menangis

Kubungkuskan tawa

Pada luka yang menganga

Kubawakan kecupan penyembuh

Pada rasa yang membeku

Kutitipkan selimut

Pada jiwa yang gelisah

Kuserahkan kidung penenang

Kenapa?

Karena akulah shaman semesta

 

Karena tidak ada lagi yang bisa kulakukan untuk mengenyahkanmu, dengan bangganya aku menerapkan ide terakhirku.

Kuambil semuamu yang selalu menarinari mengelilingiku, kuirisiris dan kurajah, kucampur dengan bumbu, kumasukkan ke dalam penggorengan. Setelah masak dan mendingin, kusantap dengan nikmat.

Kuharap, kau akan berubah menjadi tai dari anusku, melebur dengan bumi, dan menghilang selamanya

Ternyata, seenaknya kau membelot dari saluran pencernaanku, melesat masuk ke dalam jantungku, dan bersikeras untuk berdekam di situ.

Apa lagi yang harus kulakukan sekarang. Aku terlalu mencintai hidup dan tidak begitu bodohnya untuk mencongkelmu keluar dari jantungku.

Baiklah. Cara terakhir yang sangat bodoh. Kuakui. Lebih baik saja aku belajar untuk hidup denganmu dalam jantungku. Meski napas menjadi terlalu pendek

(Visited 5 times, 1 visits today)
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: