Terlempar ke dunia yang berbeda di Karst Rammang-Rammang

Bukit Karst Rammang-rammang terletak di desa Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tak jauh dari Makasar, hanya sekitar 2 jam perjalanan dengan angkutan umum. Karena rute bis yang menuju Toraja melewati tempat ini, sekalian aja mampir dalam perjalanan ke Toraja.

Tempat ini dicantum sebagai kawasan karst terbesar ketiga di dunia, setelah kawasan karst di Madagaskar dan Tiongkok. Nah…gimana saya tertarik ke sini.

Setelah dua kali ganti pete-pete (sebutan lokal untuk angkutan umum), kami turun tepat di jalan masuk Rammang-Rammang, di pojokan pertigaan Semen Bosawa. Di pojok jalan sudah menunggu para abang ojek, tapi kalo niat, bisa aja jalan kaki, ga terlalu jauh kok, kurang dari 15 menit dengan motor, atau sekitar 1 km. Hanya, panas matahari di daerah ini sangat menyengat, jadi yah…saya lebih memilih naek ojek. Untuk yang membawa motor dan mobil sendiri, bisa dititip di sekitar dermaga. Aman kok, atau ga, percaya aja kalo aman.

Setelah menitip kerir di warung samping dermaga rakyat, dan bernegosiasi untuk biaya sampan, 2 orang bocah kecil membawa kami menyusuri sungai Pute, sampai ke desa Berua. Sungai yang cantik, hening, padahal jaraknya terhitung deket sekali ama jalan raya, dengan bebatuan karst menjulang tinggi di kejauhan. Di pinggiran sungai tampak rumah-rumah tradisional terbuat dari bambu. Desa Berua berupa desa kecil, hanya beberapa belas KK, dikelilingi oleh lanskap pegunungan kapur. Berada di desa ini seperti berada di dunia yang berbeda. Ga rugi deh kalo numpang menginap di desa ini semalam atau dua malam.

Setelah melihat-lihat desa Berua, kami kembali lagi ke dermaga, melewati sungai yang sama. Tiba di warung, aktivitas kami seperti biasa, ngobrol dengan pemilik warung, ngopi..dan kembali lagi ke jalan raya menggunakan ojek, dengan tujuan Tana Toraja.

Nah…karena hari ini adalah hari raya Lebaran hari pertama, menunggu bis jurusan ke Tana Toraja di pinggir jalan poros Maros memakan waktu sampai berjam-jam. Beberapa bis yang lewat udah full, kendaraan pribadi yang lewat ga da yang mau berhenti. Kalo kebetulan ketemu hitchiker, kasih tumpangan dong….

Untung deh, ada bis yang masih kosong satu seat, dengan risiko, memangku si bocah yang udah ga bisa dibilang ringan lagi sampai 6 jam ke depan.


Untuk melihat lebih banyak gambar Karst Rammang-Rammang, masuk ke halaman ini ya

(Visited 57 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: